SIKUT SIKUTAN MENJELANG PILKADA DKI
ada banyak cara para calon kepala daerah agar bisa memenangkan persaingan dalam arena pilkada. dari mulai hal yang baik baik sampe hal negtifpun dilakukan. dari mulai melakukan bakti sosial sampe malkukan black campagne agar rivalnya martabatnya jatuh dan tidak dipilih orang.
khusus pada Pilkada DKI banyak kampanye negatif yang dilakukan oleh para kandidat calon Gubernur.agar Basuki Purnama (Ahok)yang juga mencalonkan diri untuk keduakalinya di Pilgub DKI terhambat atau gagal terpilih. yang paling disayangkan adalah, kampanye hitam yang mengangkat masalah Ras. karena Ahok seorang non Muslim dan Cina, maka dengan seenaknya lawan lawan Ahok yang notabene Muslim dan bukan Cina menggunakan dalil agama untuk membenarkan tindakannya menghujat dan membuat opini publik yang tidak pantas.
saya seorang muslim dan saya tidak sedang membela Ahok, tapi saya hanya berfikir, mestinya orang orang yang ikut dalam kontes Pilkada DKI hendaknya orang orang yang bisa mempengaruhi pemilih dengan cara cara yang elegan, seperti membuat program yang bagus dan realistik untuk kemajuan Jakarta. bukan hanya itu si calon juga harus memiliki track record yang baik, baik secara individu maupun kinerjanya (integritas dan prestasi).
kita harus akui disatu sisi Ahok memang "tidak sopan" tapi disisi lain dia juga berprestasi. bisa dilihat misalnya dengan semakin baiknya pelayanan publik yang diberikan pemerintah DKI terhadap warganya. dan prestasi lainnya adalah Ahok di tahun 2016 ini salah seorang Gubernur yang diberikan penghargaan oleh Menteri dalam Negeri sebagai daerah yang dapat melaksanakan program kerjanya dengan baik.
jadi menurut saya, marilah kita menilai seseorang bukan dari asal suku bangsa dan agamanya. tapi lihatlah dari kemampuan kerja dan prestasinya. jika seorang kandidat atau calon Gubernur DKI memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dibutuhkan kenapa tidak? apapun agamanya dan apapun asal nenek moyangnya. karena yang dibutuhkan oleh Jakarta adalah bukan bukan agama apa, dan berasal dari mana? tapi bisakah dia mengatasi masalah jakarta yang sangat ruwet dan multi dimensi ini?.