Senin, 08 Agustus 2016

pilkada dki

SIKUT SIKUTAN MENJELANG PILKADA DKI

ada banyak cara para calon kepala daerah agar bisa memenangkan persaingan dalam arena pilkada. dari mulai hal yang baik baik sampe hal negtifpun dilakukan. dari mulai melakukan bakti sosial sampe malkukan black campagne agar rivalnya martabatnya jatuh dan tidak dipilih orang.
khusus pada Pilkada DKI banyak kampanye negatif yang dilakukan oleh para kandidat calon Gubernur.agar Basuki Purnama (Ahok)yang juga mencalonkan diri untuk keduakalinya di Pilgub DKI terhambat atau gagal terpilih. yang paling disayangkan adalah, kampanye hitam yang mengangkat masalah Ras. karena Ahok seorang non Muslim dan Cina, maka dengan seenaknya lawan lawan Ahok yang notabene Muslim dan bukan Cina menggunakan dalil agama untuk membenarkan tindakannya menghujat dan membuat opini publik yang tidak pantas.
saya seorang muslim dan saya tidak sedang membela Ahok, tapi saya hanya berfikir, mestinya orang orang yang ikut dalam kontes Pilkada DKI hendaknya orang orang yang bisa mempengaruhi pemilih dengan cara cara yang elegan, seperti membuat program yang bagus dan realistik untuk kemajuan Jakarta. bukan hanya itu si calon juga harus memiliki track record yang baik, baik secara individu maupun kinerjanya (integritas dan prestasi).  
kita harus akui disatu sisi Ahok memang "tidak sopan" tapi disisi lain dia juga berprestasi. bisa dilihat misalnya dengan semakin baiknya pelayanan publik yang diberikan  pemerintah DKI terhadap warganya. dan prestasi lainnya adalah Ahok di tahun 2016 ini  salah seorang Gubernur yang diberikan penghargaan oleh Menteri dalam Negeri sebagai daerah yang dapat melaksanakan program kerjanya dengan baik.
jadi menurut saya, marilah kita menilai seseorang bukan dari asal suku bangsa dan agamanya. tapi lihatlah dari kemampuan kerja dan prestasinya. jika seorang kandidat atau calon Gubernur DKI memiliki kapasitas dan kapabilitas yang dibutuhkan kenapa tidak? apapun agamanya dan apapun asal nenek moyangnya. karena yang dibutuhkan oleh Jakarta adalah bukan bukan agama apa, dan berasal dari mana? tapi bisakah dia mengatasi masalah jakarta yang sangat ruwet dan multi dimensi ini?.

Senin, 13 Mei 2013

penghargaan yang menyakitkan

kami pikir saat ini indonesia tidak butuh presiden, DPR, Gubernur Politisi yang memiliki mental merusak. tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat, tidak tahu masalah rakyat, tidak perduli kepada rakyat. alih alih memikirkan rakyat malah memikirkan bagaimana caranya menciptakan lagu baru atau kongkalingkong dengan pengusaha daging sapi untuk kepentingan kelompok. hampir semua politisi negeri ini sudah tercerabut dari akar pemilihnya, warna mereka sudah bukan lagi warna rakyat tapi sudah menjadi warna pribadi atau kelompok.
yang lebih mengherankan lagi adalah dalam waktu dekat ini SBY akan menerima penghargaan dari sebuah lembaga di AS. penghargaan tersebut diberikan kepada SBY atas konstribusinya bagi terciptanya perdamain baik didalam negeri maupun ditingkat internasional. Padahal belum lama ini terjadi pelanggaran hak asasi disampang Madura sekelompok warga yang disebut penganut syi'ah kampungnya dibakar habis dan orang orangnya diusir. bukan hanya itu di sumatra beberapa norang meninggal ditembak aparat kepolisian akibat dari perebutan lahan dengan pengusaha perkebunan kelapa sawit. jadi pemerintah dan aparat bukannya membela dan melindungi rakyat malah bersekongkol menghajar rakyat yang menggarap lahan secara tradisional. dan kasus ini terus terulang karena memang tidak diselesaikan secara komprehensif. bukti lain kekerasan yang dilakukan pemerintah terhadap brakyat adalah, dilarangnya umat kristiani menjalankan ibadah di Depok dengan ditutupnya tempat ibadah mereka oleh Pemda. bahkan menurut Wahid Institut kekerasan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat meningkat menjadi 78% dibanding tahun lalu. jadi pada kondisi seperti ini rakyat betul betul merasa sendiri, dibiarkan sendiri dengan nasib yang selalu tidak jelas. Padahal didalam undang Undang jelas disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi segenap rakyat  dan tanah airnya.jadi ketika sang presiden dan para pejabat pemerintah tidak menjalankan kewajibannya maka rakyat berhak menurunkan dan menggantikannya dengan yang lebih dipercaya. tapi pertanyaannya apa iya masih ada orang yang bisa dipercaya? atau apa iya masih ada partai yang bisa dipercaya? karena partai yang didengung dengungkan sebagai partai dakwah pun ketangkap basah mencuri sapi dan memboking wanita panggilan..Masya Allah..mau dibawa kemana bangsa ini...

Senin, 29 April 2013

Pesan Simpan Buku

Simpan dengan baik buku-buku yang Anda suka, karena Marcus Tullius Cicero bilang, kamar yang tidak ada bukunya itu seperti badan yang tidak ada jiwanya.